A.
Judul Makalah
Teaching factory dalam pembelajaran
SMK
Agung Priaji
B.
Pendahuluan
Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia
saat ini masih diwarnai tingkat pengangguran yang semakin tinggi. BPS mencatat
total jumlah pengangguran terbuka secara nasional pada Februari 2009 mencapai
9,26 juta orang atau 8,14% dari total angkatan kerja. Jumlah pengangguran yang
tinggi dimungkinkan karena kompetensi yang dimiliki oleh SDM Indonesia masih
rendah atau karena peluang kerja yang memang tidak cukup untuk menampung semua
lulusan tenaga kerja yang dihasilkan oleh sekolah dan Perguruan Tinggi. Untuk mengatasi persoalan tersebut,
Direktorat PSMK memiliki visi untuk mewujudkan SMK yang dapat menghasilkan
tamatan berjiwa wirausaha yang siap kerja, cerdas, kompetitif, dan memiliki
jati diri bangsa, serta mampu mengembangkan keunggulan lokal dan dapat bersaing
di pasar global. Untuk merealisasikan visi tersebut, salah strategi yang dibuat
ialah dengan melaksanakan program teaching factory di SMK.
C.
Permasalahan yang Dikaji
-
Bagaimana
pelaksanaan teaching factory di SMK?
D.
Pembahasan
1.
Pengertian
Menurut Ibnu Siswanto teaching factory adalah kegiatan pembelajaran
dimana siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi baik berupa barang
atau jasa di dalam lingkungan pendidikan sekolah, sedangkan menurut Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan teaching factory adalah suatu proses keahlian atau
keterampilan dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar
bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan
pasar/konsumen.
2.
Tujuan
Teaching factory sebagai salah satu strategi pembelajaran memiliki
beberapa tujuan. Dalam makalah yang dipublikasikan American Society for
Engineering Education Annual Conference and Exposition, Alptekin, et al
(2001: 1) menyatakan bahwa tujuan teaching factory ialah: menghasilkan lulusan
yang professional di bidangnya, mengembangkan kurikulum yang fokus pada konsep
modern, mendemonstrasikan solusi yang tepat untuk tantangan yang dihadapi dunia
industri, serta transfer teknologi dari industri yang menjadi partner dengan
siswa dan institusi pendidikan. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
teaching factory memiliki beberapa tujuan, yaitu:
a.
Meningkatkan
kompetensi lulusan SMK
b.
Meningkatkan
jiwa entepreneurship lulusan SMK
c.
Menghasilkan
produk berupa barang atau jasa yang memiliki nilai tambah
d.
Meningkatkan
kerja sama dengan industri atau entitas bisnis yang relevan
e.
Meningkatkan
sumber pendapatan sekolah
3.
Bidang
Kegiatan
Menurut Direktorat
PSMK (2009), berikut ini merupakan bidang-bidang kegiatan teaching factory yang
dapat dikembangkan oleh SMK :
a.
Bidang
Manufaktur
b.
Bidang
Agro Bisnis
c.
Bidang
Bisnis Ritel
d.
Bidang
Bisnis Jasa
e.
Bidang
Pariwisata dan Seni
E.
Kesimpulan
Teaching factory dapat dilaksanakan disemua
program keahlian yang ada di SMK. Teaching factory dapat berkontribusi dalam
meningkatkan kompetensi siswa SMK dengan cara: (1) mengusahakan 1 siswa 1 media
pada saat praktik, (2) mengkondisikan praktik yang dilakukan siswa supaya mampu
menghasilkan produk yang berkualitas, (3) menerapkan standar sesuai dengan yang
ada di industri dalam setiap praktik yang dijalani siswa, (4) memberikan
kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk mempraktikkan ketrampilan yang dimilikinya
dalam kegiatan teaching factory. Sedangkan teaching factory dapat berkontribusi
dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa dengan melibatkan siswa secara
langsung dalam keseluruhan proses usaha mulai dari perencanaan, produksi, dan
pemasaran.
F. Referensi
Konsep Teaching Factory, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, ppt
Teaching Factory , Sema E. Alptekin, Reza Pouraghabagher, Patricia
McQuaid, and Dan Waldorf Cal Poly - San Luis Obispo
The Pattern of Cooperation “Teaching Factory”, Engineering International Conference “UNNES
Conservation” 2013 Proceeding
Tidak ada komentar:
Posting Komentar