Kamis, 08 Juni 2017

Teaching factory dalam pembelajaran SMK

A.    Judul Makalah
Teaching factory dalam pembelajaran SMK
Agung Priaji

B.     Pendahuluan
Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih diwarnai tingkat pengangguran yang semakin tinggi. BPS mencatat total jumlah pengangguran terbuka secara nasional pada Februari 2009 mencapai 9,26 juta orang atau 8,14% dari total angkatan kerja. Jumlah pengangguran yang tinggi dimungkinkan karena kompetensi yang dimiliki oleh SDM Indonesia masih rendah atau karena peluang kerja yang memang tidak cukup untuk menampung semua lulusan tenaga kerja yang dihasilkan oleh sekolah dan Perguruan Tinggi.  Untuk mengatasi persoalan tersebut, Direktorat PSMK memiliki visi untuk mewujudkan SMK yang dapat menghasilkan tamatan berjiwa wirausaha yang siap kerja, cerdas, kompetitif, dan memiliki jati diri bangsa, serta mampu mengembangkan keunggulan lokal dan dapat bersaing di pasar global. Untuk merealisasikan visi tersebut, salah strategi yang dibuat ialah dengan melaksanakan program teaching factory di SMK.
C.    Permasalahan yang Dikaji
-          Bagaimana pelaksanaan teaching factory di SMK?

D.    Pembahasan
1.      Pengertian
Menurut Ibnu Siswanto teaching factory adalah kegiatan pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan pendidikan sekolah, sedangkan menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan teaching factory adalah suatu proses keahlian atau keterampilan dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar/konsumen.
2.      Tujuan
Teaching factory sebagai salah satu strategi pembelajaran memiliki beberapa tujuan. Dalam makalah yang dipublikasikan American Society for Engineering Education Annual Conference and Exposition, Alptekin, et al (2001: 1) menyatakan bahwa tujuan teaching factory ialah: menghasilkan lulusan yang professional di bidangnya, mengembangkan kurikulum yang fokus pada konsep modern, mendemonstrasikan solusi yang tepat untuk tantangan yang dihadapi dunia industri, serta transfer teknologi dari industri yang menjadi partner dengan siswa dan institusi pendidikan. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan teaching factory memiliki beberapa tujuan, yaitu:
a.       Meningkatkan kompetensi lulusan SMK
b.      Meningkatkan jiwa entepreneurship lulusan SMK
c.       Menghasilkan produk berupa barang atau jasa yang memiliki nilai tambah
d.      Meningkatkan kerja sama dengan industri atau entitas bisnis yang relevan
e.       Meningkatkan sumber pendapatan sekolah
3.      Bidang Kegiatan
Menurut Direktorat PSMK (2009), berikut ini merupakan bidang-bidang kegiatan teaching factory yang dapat dikembangkan oleh SMK :
a.       Bidang Manufaktur
b.      Bidang Agro Bisnis
c.       Bidang Bisnis Ritel
d.      Bidang Bisnis Jasa
e.       Bidang Pariwisata dan Seni

E.     Kesimpulan
Teaching factory dapat dilaksanakan disemua program keahlian yang ada di SMK. Teaching factory dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK dengan cara: (1) mengusahakan 1 siswa 1 media pada saat praktik, (2) mengkondisikan praktik yang dilakukan siswa supaya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, (3) menerapkan standar sesuai dengan yang ada di industri dalam setiap praktik yang dijalani siswa, (4) memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk mempraktikkan ketrampilan yang dimilikinya dalam kegiatan teaching factory. Sedangkan teaching factory dapat berkontribusi dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa dengan melibatkan siswa secara langsung dalam keseluruhan proses usaha mulai dari perencanaan, produksi, dan pemasaran.

F.     Referensi

Konsep Teaching Factory, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, ppt
Teaching Factory , Sema E. Alptekin, Reza Pouraghabagher, Patricia McQuaid, and Dan Waldorf Cal Poly - San Luis Obispo
The Pattern of Cooperation “Teaching Factory”,  Engineering International Conference “UNNES Conservation” 2013 Proceeding

Tidak ada komentar:

Posting Komentar