Kamis, 15 Juni 2017

Pendidikan Teknologi di Jepang

A.    Judul Artikel
Pendidikan Teknologi di Jepang

B.     Alasan Ketertarikan Pemilihan Artikel
Jepang merupakan negara yang mempunyai teknologi canggih. Bahkan Jepang telah menarik perhatian dunia karena kecanggihan teknologinya. Faktor yang paling berpengaruh adalah sistem pendidikannya. Negara Jepang atau yang dalam Bahasa Jepangnya disebut Nippon atau Nihon secara harfiah berarti “negara/negeri matahari terbit”. Jepang merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan Benua Asia, tepatnya di Asia Timur. Jepang juga merupakan suatu kepulauan yang terletak di ujung Samudera Pasifik bagian barat dan di sebelah timur Laut Jepang, serta bertetangga dengan Republik Rakyat China, Korea, Taiwan, dan negara-negara lain, khususnya yang termasuk ke dalam kawasan Asia Timur. Seperti halnya negara-negara maju lainnya, kemajuan Jepang didukung oleh beberapa faktor, antara lain kemajuan dibidang pendidikan, teknologi, ekonomi, industri, kesehatan, dan sumber daya manusianya.

C.    Intisari Artikel
Metode pengajaran pendidikan teknologi di Jepang adalah pengalaman berdasarkan kegiatan proyek. Siswa diharapkan dapat memperdalam dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan melalui pemecahan masalah, contoh kegiatan proyek adalah pembuatan robot remote control. Kemudian dukungan untuk pendidikan teknologi kejuruan datang dari kementerian pendidikan yang mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan peralatan standar pendidikan kejuruan.

D.    Komentar
Negara Jepang dalam menanggapi persoalan kemajuan teknologi yang sangat cepat mempunyai solusi yang sangat bagus yaitu mengadakan pelatihan guru. Jadi setiap ada kemajuan teknologi maka guru-guru diberi pelatihan supaya perkembangan teknologi ini juga dapat dirasakan peserta didik. Jika hal ini diterapkan di Indonesia maka permasalahan ketertinggalan teknologi akan sedikit demi sedikit teratasi.

E.     Kesimpulan
Awal mual Jepang mulai meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah ketika Uni Soviet berhasil meluncurkan satelit. Dengan cara pemerintah mengeluarkan kebijakan pengenalan pendidikan teknologi pada semua sekolah menengah pertama dan juga sekolah menengah atas. Dimana ini berfungsi untuk membantu siswa belajar keterampilan dasar melalui pengalaman produktif . Meskipun Jepang adalah negara dengan teknologi maju namun ternyata juga masih mempunyai kekurangan yaitu jumlah pendidik untuk sekolah pendidikan teknologi, karena peserta didik yang lulus dari sekolah teknologi kebanyakan melanjutkan bekerja di industri.

F.     Sumber Artikel

Kamis, 08 Juni 2017

Teaching factory dalam pembelajaran SMK

A.    Judul Makalah
Teaching factory dalam pembelajaran SMK
Agung Priaji

B.     Pendahuluan
Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini masih diwarnai tingkat pengangguran yang semakin tinggi. BPS mencatat total jumlah pengangguran terbuka secara nasional pada Februari 2009 mencapai 9,26 juta orang atau 8,14% dari total angkatan kerja. Jumlah pengangguran yang tinggi dimungkinkan karena kompetensi yang dimiliki oleh SDM Indonesia masih rendah atau karena peluang kerja yang memang tidak cukup untuk menampung semua lulusan tenaga kerja yang dihasilkan oleh sekolah dan Perguruan Tinggi.  Untuk mengatasi persoalan tersebut, Direktorat PSMK memiliki visi untuk mewujudkan SMK yang dapat menghasilkan tamatan berjiwa wirausaha yang siap kerja, cerdas, kompetitif, dan memiliki jati diri bangsa, serta mampu mengembangkan keunggulan lokal dan dapat bersaing di pasar global. Untuk merealisasikan visi tersebut, salah strategi yang dibuat ialah dengan melaksanakan program teaching factory di SMK.
C.    Permasalahan yang Dikaji
-          Bagaimana pelaksanaan teaching factory di SMK?

D.    Pembahasan
1.      Pengertian
Menurut Ibnu Siswanto teaching factory adalah kegiatan pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan pendidikan sekolah, sedangkan menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan teaching factory adalah suatu proses keahlian atau keterampilan dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar/konsumen.
2.      Tujuan
Teaching factory sebagai salah satu strategi pembelajaran memiliki beberapa tujuan. Dalam makalah yang dipublikasikan American Society for Engineering Education Annual Conference and Exposition, Alptekin, et al (2001: 1) menyatakan bahwa tujuan teaching factory ialah: menghasilkan lulusan yang professional di bidangnya, mengembangkan kurikulum yang fokus pada konsep modern, mendemonstrasikan solusi yang tepat untuk tantangan yang dihadapi dunia industri, serta transfer teknologi dari industri yang menjadi partner dengan siswa dan institusi pendidikan. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan teaching factory memiliki beberapa tujuan, yaitu:
a.       Meningkatkan kompetensi lulusan SMK
b.      Meningkatkan jiwa entepreneurship lulusan SMK
c.       Menghasilkan produk berupa barang atau jasa yang memiliki nilai tambah
d.      Meningkatkan kerja sama dengan industri atau entitas bisnis yang relevan
e.       Meningkatkan sumber pendapatan sekolah
3.      Bidang Kegiatan
Menurut Direktorat PSMK (2009), berikut ini merupakan bidang-bidang kegiatan teaching factory yang dapat dikembangkan oleh SMK :
a.       Bidang Manufaktur
b.      Bidang Agro Bisnis
c.       Bidang Bisnis Ritel
d.      Bidang Bisnis Jasa
e.       Bidang Pariwisata dan Seni

E.     Kesimpulan
Teaching factory dapat dilaksanakan disemua program keahlian yang ada di SMK. Teaching factory dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK dengan cara: (1) mengusahakan 1 siswa 1 media pada saat praktik, (2) mengkondisikan praktik yang dilakukan siswa supaya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, (3) menerapkan standar sesuai dengan yang ada di industri dalam setiap praktik yang dijalani siswa, (4) memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk mempraktikkan ketrampilan yang dimilikinya dalam kegiatan teaching factory. Sedangkan teaching factory dapat berkontribusi dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa dengan melibatkan siswa secara langsung dalam keseluruhan proses usaha mulai dari perencanaan, produksi, dan pemasaran.

F.     Referensi

Konsep Teaching Factory, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, ppt
Teaching Factory , Sema E. Alptekin, Reza Pouraghabagher, Patricia McQuaid, and Dan Waldorf Cal Poly - San Luis Obispo
The Pattern of Cooperation “Teaching Factory”,  Engineering International Conference “UNNES Conservation” 2013 Proceeding

Jumat, 02 Juni 2017

Pengenalan Smart Relay atau PLC (Programmable Logic Control)

Pengenalan dasar Smart Relay atau PLC (Programmable  Logic Control) berisi 4 gambar

Gambar 1

Gambar 2


Gambar 3


Gambar 4


Untuk simulasi dasar penggunaan smart relay menggunakan ZEN support software dapat dilihat disini